Sunday, 01 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Sinyal Bahaya dari Harga Emas?
Thursday, 16 October 2025 07:13 WIB | GOLD |GOLD

Harga emas dunia bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa di tengah meningkatnya ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, serta keyakinan pasar bahwa The Federal Reserve akan kembali memangkas suku bunga tahun ini. Sepanjang pekan ini saja, harga emas telah naik hampir 5% dan sempat menyentuh rekor $4.218,29 per ons pada Rabu. Kenaikan ini merupakan kelanjutan dari reli besar sejak pertengahan Agustus.

Ekspektasi pemangkasan suku bunga membuat emas semakin menarik karena logam mulia ini tidak menghasilkan bunga, namun nilainya cenderung stabil di tengah ketidakpastian. Ketua The Fed, Jerome Powell, memberi sinyal akan ada pemangkasan suku bunga seperempat poin pada akhir bulan Oktober. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negaranya kini resmi "terkunci dalam perang dagang" dengan Tiongkok, memperkuat kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

Faktor lain yang mendorong kenaikan harga emas adalah penutupan pemerintahan AS, ketakutan atas lonjakan defisit anggaran, dan aksi beli besar-besaran oleh bank-bank sentral. Investor juga makin waspada terhadap risiko utang dan mulai mencari aset aman seperti emas untuk melindungi nilai kekayaan mereka. Menurut Trafigura Group, sebagian besar lonjakan harga emas didorong oleh permintaan fisik, terutama dari bank sentral yang membeli dalam jumlah besar.

Selain emas, harga perak juga mengalami lonjakan tajam hingga 3,1% karena kekurangan pasokan di pasar London. Kelangkaan ini memicu lonjakan harga global, bahkan membuat harga perak di pasar spot melampaui kontrak berjangka di New York. Harga perak sempat menembus rekor di atas $53 per ons, mencerminkan lonjakan permintaan global di tengah ketegangan geopolitik dan tekanan ekonomi.(ads)

Source: Bloomberg

RELATED NEWS
NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu...
Thursday, 12 February 2026 19:24 WIB

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data ...

Narasi Cut Rate Menguat, Emas Ikut Terangkat...
Wednesday, 11 February 2026 20:25 WIB

Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelong...

Emas Koreksi, Tapi Geopolitik Pegang Kendali...
Tuesday, 10 February 2026 21:14 WIB

Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi "nahan napas" jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot ...

Emas Bertahan Kuat, Pasar Cuma Nunggu 2 Data Ini !...
Monday, 9 February 2026 14:52 WIB

Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, d...

Rebound Emas Tertahan : Pasar Masih Tarik Ulur...
Friday, 6 February 2026 23:09 WIB

Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS